Selasa, 19 Mei 2015

Acting

Pada dasarnya kita ini semuanya aktor, pemain film dalam kehidupan nyata, bersandiwara dalam setiap detiknya..

Sadarkah kamu disaat masa puber, kita mencari karakter baru, sebenarnya kita berakting mencari kepribadian baru, bahkan hingga saat ini, kepribadian yang kamu miliki sekarang adalah kumpulan2 dari akting2 yang telah kamu lakukan secara berkesinambungan yang menurut hatimu ini adalah akting yang tepat untuk dirimu, hingga tertanam dalam diri menjadi karakter dan kepribadian masing2.

Pernahkah kamu mendengar seorang aktor yang susah meninggalkan karakter disaat dia akting di layar kaca? salah satu contohnya adalah anjasmara dalam aktingnya menjadi cecep, dia butuh waktu 3 tahun untuk menghilangkan karakter cecep yang telah me-revenge karakter awalnya, jadi tidak ada kpribadian yang asli, semuanya bisa berubah sesuai pemikiran dan hati seseorang, dan dia nyamannya dimana, jadi wajar ada orang berkepribadian ganda, karna dia lagi bingung menentukan pribadian dia yang dominan yang mana, sehingga dia melakukan beberapa akting dalam waktu bersamaan. dan jangan heran jika seseorang berubah secara mendadak, itu wajar terjadi.

Semua orang bisa berubah, namun kita tidak bisa merubah semua orang..
akting yang kita lakukan bisa timbul dari lingkungan yang memaksa kita barkating seperti itu, agar kita nyaman atau merasa aman dilingkungan itu, kita menjadi nyaman dengan akting seperti itu hingga aktig itu menjadi kepribadian kita. namun tidak sedikit akting yang kita bangun selama ini akan mendapat respon dari orang sekitar, nah pada saat itulah kita akan mencoba berpikir, apakah akting yang sedang kita lakukan ini diterima oleh orang banyak atau malah sebaliknya, dan jika akting kita tidak diterima oleh orang banyak, kita belum tentu langsung merubah akting kita, bisa jadi kita akan mempertahankan akting kita, menunjukkan kira berbeda dari orang lain, menunjukkan orang lain tidak bisa merubah karakter kita, padahal jika kita mau, karakter yang aku sebut akting itu bisa diubah, jika diri kita sendiri mau merubahnya. namun akting yang konsisten inilah yang menunjukkan karakter tetap kita, tapi ingat satu hal, semua itu bisa berubah.

wassalam.

Senin, 18 Mei 2015

Curhat

Pada postingan kali ini, aku tidak menceritakan apa yang dicurhatkan, karna postingan ini justru membahas tentang polemik yang terjadi pada curhat itu sendiri, banyak cara untuk awal mula curhat itu terjadi, bisa jadi dari keceplosan yang disengaja sipencurhat, kekepoan orang tempat kita curhat, sampai keinginan sipencurhat itu sendiri untuk meluapkan rasa atau kegalauan yang selama ini dipendamnya. Banyak orang yang dicurhatin hanya ingin tahu, ada yang tidak peduli atau ada juga benar2 ingin membantu. Dan motivasi sipencurhat yaitu menggunakan curhatnya untuk benar2 ingin cerita atau bisa juga ingin pencitraan sehingga membuat dia terlihat bagus didepan teman2 sekitarnya. Namun satu hal yang harus dihindari adalah curhatan dua orang galau yang saling curhat, karna endingnya mudah ditebak, mereka terus berdebat curhat masing2 hingga satu sama lain harus merasakan masalah masing2 dan lawan curhatnya harus mengakui curhatan dia yang paling artistik, lebih galau, lebih sakit, yang peling lebih lah pokoknya, itu terjadi timbal balik, hingga tak ada ending sedikitpun dari curhatan mereka, mhahahaa..

Aku pernah diposisi sipencurhat, dan tidak jarang juga berada diposisi sebagai tempat curhat. Banyak cara untuk memulai curhat, mulai dari curhat gratis, maupun curhat bermodal, biasanya kalau kita melakukan curhat bermodal si tempat kita curhat akan memberikan ilmu ataupun solusi yang kita butuhkan, terkadang setalah curhat panjang lebar kita baru menyadari kita telah salah orang dalam memilih tempat curhat. Kok aku jadi curhat ya.. hahahaa.. saran dari aku sebelum memulai curhat pilih orang yang tepat untuk curhat dan yakinkan pengalamannya lebih dari kamu. Mhihiihiii..

Kebanyakan orang curhat,  ingin minta solusi atau cukup didengar saja, bagi yang minta solusi biasanya curhatannya ini berat, dan yang ingin didengar saja biasanya curhatannya masih ringan dan tidak sedikit pada kondisi ini banyak terjadi pencitraan tadi.

Dari curhatan yang ku tuangkan ke orang sekitar yang menurut aku pantas mereka tahu, hingga curhat teman sekitar kepadaku, yang menurut aku sebagiannya tidak seharusnya aku tahu, entah mengapa mereka bisa percaya menceritakan sesuatu pada dirinya kepadaku, padahal hanya hitungan jari orang lain yang juga tahu tentang curhatannya. Semua tercampur aduk lalu diolah oleh otak dan hati, hingga aku kembali menemukan pamahaman baru. Aku mengekstrak semua curhatan yang aku tuangkan dan yang aku terima. Akhirnya aku menemukan 2 kesimpulan inti untuk solusi dari curhat, apapun itu masalahnya :

1. Orang yang curhat sebenarnya tahu apa yang harus dilakukannya dan apa jawaban yang tepat dari pertanyaan2 yang diajukannya yang membuat dia terlihat galau dan ragu. Namun dia belum siap untuk menjawab dengan tindakan dan belum siap dengan hasil ataupun dampak yang akan terjadi nantinya.
2. Orang yang curhat ini, otaknya berfikir dan tahu tindakan yang dilakukannya salah, namun hatinya tidak menerimanya, pada akhirnya dia curhat pada semua orang terdekat hingga menemukan jawaban dari orang terdekat yang sepaham dengan dia. Pada dasarnya dia tidak perlu curhatan, dia tidak perlu solusi, dia hanya perlu pembenaran, dan pada kasus ini sangat susah meyakini bahwa dia salah. Karna dia akan lebih percaya 1 orang yang sepaham dengan dia dibandingkan 1000 orang yang mengatakan dia salah.

Sekian analisa ga penting dari saya, hehehee...  Pada akhirnya tidak ada curhatan yang lebih baik dari pada curhat ke lantai yang didengar langit, Tuhan maha tahu,tapi kalau kita ga mau tahu dan tidak meminta tahu, Tuhan tidak akan memberi tahu, curhatlah sama Tuhan, jemput sepertiga malam-Nya, nangispun gabakalan ada yang tahu (kalau cuma keluar air mata), mhihihii.. :’)

Wassalam.