Senin, 18 Mei 2015

Curhat

Pada postingan kali ini, aku tidak menceritakan apa yang dicurhatkan, karna postingan ini justru membahas tentang polemik yang terjadi pada curhat itu sendiri, banyak cara untuk awal mula curhat itu terjadi, bisa jadi dari keceplosan yang disengaja sipencurhat, kekepoan orang tempat kita curhat, sampai keinginan sipencurhat itu sendiri untuk meluapkan rasa atau kegalauan yang selama ini dipendamnya. Banyak orang yang dicurhatin hanya ingin tahu, ada yang tidak peduli atau ada juga benar2 ingin membantu. Dan motivasi sipencurhat yaitu menggunakan curhatnya untuk benar2 ingin cerita atau bisa juga ingin pencitraan sehingga membuat dia terlihat bagus didepan teman2 sekitarnya. Namun satu hal yang harus dihindari adalah curhatan dua orang galau yang saling curhat, karna endingnya mudah ditebak, mereka terus berdebat curhat masing2 hingga satu sama lain harus merasakan masalah masing2 dan lawan curhatnya harus mengakui curhatan dia yang paling artistik, lebih galau, lebih sakit, yang peling lebih lah pokoknya, itu terjadi timbal balik, hingga tak ada ending sedikitpun dari curhatan mereka, mhahahaa..

Aku pernah diposisi sipencurhat, dan tidak jarang juga berada diposisi sebagai tempat curhat. Banyak cara untuk memulai curhat, mulai dari curhat gratis, maupun curhat bermodal, biasanya kalau kita melakukan curhat bermodal si tempat kita curhat akan memberikan ilmu ataupun solusi yang kita butuhkan, terkadang setalah curhat panjang lebar kita baru menyadari kita telah salah orang dalam memilih tempat curhat. Kok aku jadi curhat ya.. hahahaa.. saran dari aku sebelum memulai curhat pilih orang yang tepat untuk curhat dan yakinkan pengalamannya lebih dari kamu. Mhihiihiii..

Kebanyakan orang curhat,  ingin minta solusi atau cukup didengar saja, bagi yang minta solusi biasanya curhatannya ini berat, dan yang ingin didengar saja biasanya curhatannya masih ringan dan tidak sedikit pada kondisi ini banyak terjadi pencitraan tadi.

Dari curhatan yang ku tuangkan ke orang sekitar yang menurut aku pantas mereka tahu, hingga curhat teman sekitar kepadaku, yang menurut aku sebagiannya tidak seharusnya aku tahu, entah mengapa mereka bisa percaya menceritakan sesuatu pada dirinya kepadaku, padahal hanya hitungan jari orang lain yang juga tahu tentang curhatannya. Semua tercampur aduk lalu diolah oleh otak dan hati, hingga aku kembali menemukan pamahaman baru. Aku mengekstrak semua curhatan yang aku tuangkan dan yang aku terima. Akhirnya aku menemukan 2 kesimpulan inti untuk solusi dari curhat, apapun itu masalahnya :

1. Orang yang curhat sebenarnya tahu apa yang harus dilakukannya dan apa jawaban yang tepat dari pertanyaan2 yang diajukannya yang membuat dia terlihat galau dan ragu. Namun dia belum siap untuk menjawab dengan tindakan dan belum siap dengan hasil ataupun dampak yang akan terjadi nantinya.
2. Orang yang curhat ini, otaknya berfikir dan tahu tindakan yang dilakukannya salah, namun hatinya tidak menerimanya, pada akhirnya dia curhat pada semua orang terdekat hingga menemukan jawaban dari orang terdekat yang sepaham dengan dia. Pada dasarnya dia tidak perlu curhatan, dia tidak perlu solusi, dia hanya perlu pembenaran, dan pada kasus ini sangat susah meyakini bahwa dia salah. Karna dia akan lebih percaya 1 orang yang sepaham dengan dia dibandingkan 1000 orang yang mengatakan dia salah.

Sekian analisa ga penting dari saya, hehehee...  Pada akhirnya tidak ada curhatan yang lebih baik dari pada curhat ke lantai yang didengar langit, Tuhan maha tahu,tapi kalau kita ga mau tahu dan tidak meminta tahu, Tuhan tidak akan memberi tahu, curhatlah sama Tuhan, jemput sepertiga malam-Nya, nangispun gabakalan ada yang tahu (kalau cuma keluar air mata), mhihihii.. :’)

Wassalam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar