Mungkin saat ini kamu sedang bermimpi dari apa yang telah kamu lalui tadi siang.
Atau sekedar menikmati bunga tidur dari harapanmu yang belum tercapai.
Atau bahkan sama sepertiku yang terbangun memikirkanmu.
Namun bedanya aku tidak tau kamu sedang memikirkan apa.
Kita terpisah oleh jarak.
Hati kita terpisah oleh nol.
Aku kembali memimpikanmu.
Dan jarak kembali membangunkanku.
TV
wassalam.
Senin, 10 Desember 2018
Jumat, 19 Oktober 2018
Titik balik
Entah mengapa semalam aku sudahi semua jabatan sebagai pendekar itu, malam ini aku menemukan titik balik dari semua.
Waktu yang singkat membuat aku selalu bersyukur, betapa sayangnya Allah kepada makhluknya.
Entah ini jawaban dari doa, atau sama seperti sebelumnya, hanya waktu yang bisa menjawab.
Di awali dengan nama dan alamat sederhana,
kami mulai semua,
dengan sedikit curiga,
dan sedikit bumbu belum saling percaya,
kami jalani bersama,
dan ini baru titik balik sebenarnya,
ini awal, yang aku sendiri belum tau titik akhirnya seperti apa.
semoga hal2 baik selalu menanti kita
TV
Wassalam.
Waktu yang singkat membuat aku selalu bersyukur, betapa sayangnya Allah kepada makhluknya.
Entah ini jawaban dari doa, atau sama seperti sebelumnya, hanya waktu yang bisa menjawab.
Di awali dengan nama dan alamat sederhana,
kami mulai semua,
dengan sedikit curiga,
dan sedikit bumbu belum saling percaya,
kami jalani bersama,
dan ini baru titik balik sebenarnya,
ini awal, yang aku sendiri belum tau titik akhirnya seperti apa.
semoga hal2 baik selalu menanti kita
TV
Wassalam.
Kamis, 18 Oktober 2018
mengakhiri yang kumulai
Menjadi seorang pendekar tidaklah mudah
Aku mengamati setiap liku sifat kesatria2 lain yang ada disekitar ku.
dan yang kutemukan kesia - siaan, kosong tanpa isi, ampo,hampa.
menghianati dan dihianati seperti hal yang sangat wajar
lelah ternyata jadi pendekar itu kawan
percuma aku punya seribu jurus, namun tidak ada pertarungan yang berkesan dalam hidupku
kuakhiri menjadi pendekar ini
ku bayar hutang2 janjiku
kumaafkan semua yang kumulai
kumaafkan diriku dan dirimu.
kubersahabat dengan masalaluku
kuharap kalian juga seperti itu.
kesatria2 srikandi.
wassalam.
Aku mengamati setiap liku sifat kesatria2 lain yang ada disekitar ku.
dan yang kutemukan kesia - siaan, kosong tanpa isi, ampo,hampa.
menghianati dan dihianati seperti hal yang sangat wajar
lelah ternyata jadi pendekar itu kawan
percuma aku punya seribu jurus, namun tidak ada pertarungan yang berkesan dalam hidupku
kuakhiri menjadi pendekar ini
ku bayar hutang2 janjiku
kumaafkan semua yang kumulai
kumaafkan diriku dan dirimu.
kubersahabat dengan masalaluku
kuharap kalian juga seperti itu.
kesatria2 srikandi.
wassalam.
Selasa, 17 Juli 2018
Mereka
Setelah aku tahu begini,
Ternyata benar mereka semua sama.
Aku jadi tidak bisa membanggakan mereka.
Aku tutup pintu pintu buat mereka,
Pintu pagar, pintu rumah, dan pintu hati, kukuncikan semua.
Aku lebih enak tak tau apa apa
Tak kenal siapa siapa
Tenang saja,
Kecewa inipun akan mereda
Saat nanti hati ikhlas menerima
Untuk saat ini
Lebih enak ganjil menyendiri,
Hingga waktu yg ku tunggu datang kemari.
Ternyata benar mereka semua sama.
Aku jadi tidak bisa membanggakan mereka.
Aku tutup pintu pintu buat mereka,
Pintu pagar, pintu rumah, dan pintu hati, kukuncikan semua.
Aku lebih enak tak tau apa apa
Tak kenal siapa siapa
Tenang saja,
Kecewa inipun akan mereda
Saat nanti hati ikhlas menerima
Untuk saat ini
Lebih enak ganjil menyendiri,
Hingga waktu yg ku tunggu datang kemari.
Sabtu, 07 April 2018
Taktau
Aku tak tau apa agamamu
Yg ku tau Bapakmu tau syariat islam
Teks proklamasi yg beliau genggam
Tanggal 9 Ramadhan yg mencekam
Aku tak tau apa isi pikiranmu
Yg ku tau aku bisa jengkal isi kepalamu
Negara dan Agama bukan hal untuk diadu
Atau otakmu yang harus ku tandu
Aku tak tau apa kelebihanmu
Yg ku tau kau hanya berlindung dibawah nama rindang Bapakmu
Bapakmu berpeluh membangun negara
Kau dengan sengaja menghancurkannya
Akhirul kalam
Wassalam
Yg ku tau Bapakmu tau syariat islam
Teks proklamasi yg beliau genggam
Tanggal 9 Ramadhan yg mencekam
Aku tak tau apa isi pikiranmu
Yg ku tau aku bisa jengkal isi kepalamu
Negara dan Agama bukan hal untuk diadu
Atau otakmu yang harus ku tandu
Aku tak tau apa kelebihanmu
Yg ku tau kau hanya berlindung dibawah nama rindang Bapakmu
Bapakmu berpeluh membangun negara
Kau dengan sengaja menghancurkannya
Akhirul kalam
Wassalam
Senin, 15 Januari 2018
Si Putih
dia yang ditemukan saat sangat kotor
dia yang dirawat hingga besar
dia yang tuli
dia yang bodoh menangkap tikus
dia si pemakan mangga, matoa n cah kangkung
dia yang tidak bisa makan tulang ikan
dia yang dipotong kuku dan gigi oleh soda ketika mereka pinjam bawa pulang
dia yang semenjak itu makan ngangguk2 karena susah ngunyah
dia yang sulit di panggil namun sangat mengerti bahasa isyaratku
dia yang saat ku berguling langsung nempel dan menjadikan bagian badanku sebagai bantal
dia yang minta makan akan mengankat ke dua kakinya
dia si bodoh yang ku sayang
dia yang selalu dibawa pulang kampung duduk di kursi depan, ayah dan mama d belakang
dia yang sangat suka d elus bagian dagu
dia yang pemalas
dia yang membuatku mengumpulkan tulang dan membungkusnya dengan tisu jika makan ayam penyet
dia yang berumur sekitar 2,5 tahun
dia yang selalu gagal macarin si cewek kampung
dia yang meninggal pagi ini disaat kami ingin membawanya pulang kampung
dia yang meninggal karna masuk sumur tanpa kami sadari
dia yang terbujur kaku disaat aku angkat dari sumur
dia yang masih tidak aku percaya meninggal secepat ini
dia yang seharusnya hidup lebih lama jika sesehat itu
dia yang yang membuatku merasakan kehilangan seperti ini
dia satu2nya hewan yang aku doakan kepada Allah agar dipertemukan kembali di akhirat nanti
Aamiin.
dia yang dirawat hingga besar
dia yang tuli
dia yang bodoh menangkap tikus
dia si pemakan mangga, matoa n cah kangkung
dia yang tidak bisa makan tulang ikan
dia yang dipotong kuku dan gigi oleh soda ketika mereka pinjam bawa pulang
dia yang semenjak itu makan ngangguk2 karena susah ngunyah
dia yang sulit di panggil namun sangat mengerti bahasa isyaratku
dia yang saat ku berguling langsung nempel dan menjadikan bagian badanku sebagai bantal
dia yang minta makan akan mengankat ke dua kakinya
dia si bodoh yang ku sayang
dia yang selalu dibawa pulang kampung duduk di kursi depan, ayah dan mama d belakang
dia yang sangat suka d elus bagian dagu
dia yang pemalas
dia yang membuatku mengumpulkan tulang dan membungkusnya dengan tisu jika makan ayam penyet
dia yang berumur sekitar 2,5 tahun
dia yang selalu gagal macarin si cewek kampung
dia yang meninggal pagi ini disaat kami ingin membawanya pulang kampung
dia yang meninggal karna masuk sumur tanpa kami sadari
dia yang terbujur kaku disaat aku angkat dari sumur
dia yang masih tidak aku percaya meninggal secepat ini
dia yang seharusnya hidup lebih lama jika sesehat itu
dia yang yang membuatku merasakan kehilangan seperti ini
dia satu2nya hewan yang aku doakan kepada Allah agar dipertemukan kembali di akhirat nanti
Aamiin.
Langganan:
Postingan (Atom)