Sabtu, 14 November 2015

aku dan rmcku

Teman, sungguh banyak ilmu yang kudapat selama aku tidak menulis, jadi aku minta maaf jika tulisan ku kali ini agak melompat2, mungkin karna jari aku terlalu lambat mengetik ditandingkan dengan otak aku yang berpikir terlalu cepat, diantara tulisan aku yang barusan saja aku sudah melewatkan beberapa kata yang terlintas diotakku yang lewat begitu saja yang tidak sempat aku ketik. Mungkin aku selalu akan membuat garis merah dari tulisanku.
Sudah hampir setahun aku menjalankan RMC ini, ini bukan sekedar toko sulap, disini aku juga mendidik dan tidak sedikit juga banyak yang mendidikku, merubah sikap cengengesanan ku, karna terlahir hingga umur 25 ini sebagai anak tunggal. Aku akhirnya menyadari hidup ga sekampret ini.
Tahukah kamu kenapa orang sering mengatakan baper? Ya bawa perasaan, ini menakutkan bagi aku, dulu kata selingkuh sangat tabu, sekarang kata selingkuh sudah tidak tabu dan pelakunyapun sudah menganggap biasa dan wajar, aku takut ini juga terjadi pada baper, pada akhirnya setiap orang melakukan sesuatu selalu dituduh baper, dan endingnya tidak ada lagi orang yang punya perasaan. Aku selalu ingin melihat orang disekitar ku tertawa, mungkin diwaktu kecil aku sering kena marah oleh orang tua dengan atau tanpa alasan yang jelas, dan aku tidak ingin itu terjadi juga dengan orang sekitar aku, kadang aku terlihat sangat bocah, sebagian dari mereka dapat tertawa lepas dan melupakan beberapa menit masalah dalam hidupnya, namun sebagian lagi malah menertawakan dengan cemoohan, dan sebagian lagi jengkel dan jijik terhadap sikap itu, aku juga suka merasa ketika orang yang biasanya melakukan respon yg berbeda dari biasanya, dan aku suka memikirkan apa yang sedang mereka pikirkan terhadapku, aku merasa punya perasaan yang lebih tinggi, empati yang kuat, tapi kadang membuat orang sekitar sangat nyaman dan sangat terganggu, aku kadang lebih memikirkan kehidupan orang lain dibandingkan dengan kehidupan aku sendiri,  aku mungkin lebih mengenal kepribadian orang lain ketimbang mengenal diriku sendiri, sedangkan Allah mengatakan jika kamu ingin mengenalKu kenallah dirimu dahulu, bagaimana? Petunjuk yang bisa aku beri cuma “Dari kamu lahir sampai liang lahat”. Aku menganggap sikap aku ini penyakit, tapi aku juga tidak menganggap sudah sembuh seutuhnya, banyak ilmu agama yang harus ku pelajari untuk penyakit ini.
Disaat kamu memiliki usaha, kamu memelihara 2 jenis hewan, yang pertama sapi perah, dimana, sapi tersebut dapat makan dari hasil penjualan susunya, dan pemiliknya juga dapat memenuhi kebutuhannya dari sana, yang kedua adalah anjing peliharaan, dimana, jika dia lapar, dia hanya meminta makan kepada tuannya. Dalam 3 bulan, kamu bisa mengetahui kamu memelihara sapi atau anjing. Pilihan terakhirnya cuma 2, kembang biakkan sapi itu, atau bunuh anjing itu.
Aku seorang akuntan, aku mengerti tentang peliharaan tersebut, dan mengapa rmc masih berdiri dengan kokoh? Padahal aku cenderung memelihara anjing ketimbang sapi. Banyak alasan jika aku ingin memberikan alasan, tapi aku akan  membongkar sebuah alasan untuk dibaca anak cucu kelak, sebelum buka rmc pernah ada yang bertanya padaku, apa yang sudah kamu dapat dari sulap? Banyak, jual alat, perform, kenalan, dll. Pertanyaan kedua muncul, Apa yang sudah sulap dapatkan dari kamu? Aku terdiam, dan itulah salah satu alasan aku membuka rmc, dulu aku adalah pesulap jalanan yang terlantar tidak tau induk tidak ada etika, pesulap youtube yang ingin juga mempostingkan video sulap sampahnya di youtube. Dan aku menyadari jika tidak ada wadah, mico2 yang lainnya akan lahir, dan disini aku menemukan dasar2 sulap, paling utama kode etik pesulap, dan itu aku tanamkan kepada pesulap newbee(baru) yang datang ketoko aku,aku mencoba  membayar kesalahan2 yang telah aku perbuat dalam sulap dulu maupun sampai sekarang karna keterbatasan ilmu aku tetang sulap, dan sepertinya itu tidak lunas, mungkin cuma ini yang dapat aku berikan untuk sulap, agar pesulap tidak merusak sulap itu sendiri. Dan aku tau kapan hewan peliharaan aku ini akan aku bunuh.

wassalam

Selasa, 06 Oktober 2015

Konspirasi

akhir2 ini aku seperti kehilangan sesuatu yang melekat dalam diriku, mungkin sudah melekat dengan roh aku, ga tau itu apa, tapi aku merasa sesuatu itu telah hilang atau berkurang, ini juga berpengaruh dengan semangat bergebu2 yang aku punya, aku juga kehilangan beberapa persen dari semangat yang pernah aku punya, ya semangat, aku yakin itu.

ini mungkin ada hubungannya dengan asap yang aku hirup setiap hari yang kian hari kian sesak. Hujan, hilang sedikit, dan muncul lagi, pedih dibunuh perlahan seperti ini teman. Atau memang ada sesuatu yang belum aku ketahui atau mungkin saat aku mengetahuinya semangatku bisa lebih hilang dari ini, entah apa itu, entah.

aku tipikal orang yang terlalu keras dalam mengeritik orang namun sangat tidak tahu tentang diri sendiri,  selalu jujur pada orang lain namun selalu berani dan yakin untuk membohongi diri sendiri.

dan saat ini bayak sekali yang aku pikirkan, namun aku akan mencoba memilah apa yang harus dan tidak seharusnya ku pikirkan, walaupun pada akhirnya nanti setelah aku memikirkan ini, ternyata pikiran aku ini tidak ada manfaatya, tidak ada gunanya, karna pikiran aku yang sebenarnya tertimpa oleh pikiran2 yang ga penting, dan memusingkan aku sendiri.

kita mulai dari asap, ini adalah bencana asap terlama yang pernah aku rasakan, kalian mungkin juga merasakan dan sebagian kalian mungkin hanya melihat.
bencana ini bukanlah seperti bencana tsunami, ledakan bom, ataupun bencana apapun itu yang sakitnya bisa membuat hati ini miris, dengan darah dimana2, ini adalah bencana penyakit dalam, tidak bisa dilihat dan tidak langsung dirasakan efeknya, asap ini lebih beracun dari rokok, terbayang kan bagaimana ibu2 yang sedang hamil yang dilarang merokok tapi dia tidak bisa menghindari asap yang ada dimana2 ini? belum anak kecil yang paru2nya belum tumbuh sempurna, bayangkan saja tidak perlu kamu merasakan juga. wajah2 yang tidak aku kenal seperti berbicara dengan bahasa yang tidak aku mengerti, persis seperti kabut pagi ini.
aku mengingat sejarah, dimana bencana presiden yang pro pki pada waktu itu yang menaikkan harga sembako, sehingga rakyat tidak lagi memikirkan pemerintahan karna ada perut mereka yang lebih mereka pikirkan, tidakkah sejarah itu terulang kembali?

berapa banyak berita di media massa yang mengangkat tentang asap ini? dibandingkan kenaikan nilai tukar rupiah terhadap dolar yahudi, yang endingnya sudah terlihat jelas, dolar naik, harga pokok naik, masyarakat lebih memikirkan perut, dibandingkan bencana asap yang kian lama kian tak selesai.
pemimpin lemah? tidak, kerja tak ada? ada, terus apa yang salah? tindakan yang salah, bertindaklah sesuai dengan seharusnya, kalau tidak bisa, mundurlah.

aku sempat memikirkan salah satu teori konspirasi dari illuminati card yang ini

mengurangi jumlah penduduk dengan menebarkan wabah senjata biologis.
aku tidak mau cerita panjang lebar soal ini, hanya saja, dalam otak ku ini semua saling terkoneksi, terhubung satu sama lain hingga hal2 terkecil, terncana jauh sebelum sebelum sebelum.
bahkan si pembakar hutan yang aku lihat diberita adalah warga yang kurang mampu yang gaji mereka hanya berasal dari pembakaran hutan, tidak menyadari apa yang telah dilakukannya, dan apa dampaknya. mereka adalah salah satu mata rantai terkecilnya. Jika benar ada, asap yg sangat beracun tinggal d kamuflase dengan asap sawit ini walaupun asap sawit ini sudah beracun, kamu pasti tau ending dari cerita ini.

melihat pemerintah yang seolah2 mengetahui, mendengar, dan bertindak, tapi tetap yang terakhir itu adalah hasil, dan hasilnya hampir 3 bulan ini belum kunjung padam bahkan tambah parah asap yang kurasa.

haruskah kesejahteraan itu menelan korban?
haruskah perdamaian tercipta setelah ada korban?
aku rasa aku cukup merasakan pengorbanan perasaan dan sekarang?

aku rindu udara segar, aku rindu kamu, sayangku...
berkelanalah seperti asap namun tetap kuhirup disetiap detak jantungku.


wassalam.

Senin, 07 September 2015

just for ha, ha, ha

hari ini adalah hari terakhir untuk pendaftaran penerimaan brigadir pembantu penyidik, ya bisa dibilang jadi intel lah..
3 minggu yang lalu aku sudah mempersiapkan syarat2nya dan pas hari ini baru dapat menyelesaikan semuanya, yaitu legalisir akta kelahiran, ijazah dari sd sampai kuliah, dan lain2 yang jelas inilah persyaratan paling riuwet seumur hidup saya dalam memenuhi syarat untuk jadi pegawai.

aku lelah yah, mungkin ini kata2 yang cocok buat ayahku yang selalu mengarahkan aku menjadi pegawai, ya setidaknya punya gaji yang tetap setiap bulan, padahal aku lebih memilih tetap bergaji setiap bulan.

lanjut cerita tentang hari ini, sebelum jam 12 jam istirahat, aku usahakan untuk menyelesaikan semua persyaratan jadi brigadir tersebut dan pas setengah jam sebelum jam istirahat aku ke spn untuk menyerahkan berkas2 untuk mendaftar, dan tetiba seorang polisi bertanya
polisi 1 :" kamu mau ngapa disini?"
aku : " lamar jadi brigadir  pak"
polisi 1 : "berapa tinggi kamu?"
aku : " 166 pak"
polisi 1 : sambil menunjuk polisi 2 di sudut ruangan " coba kamu bilang sama bapak itu, pak tinggi saya 166"
aku : berjalan menuju polisi 2, pas dihadapannya " pak, tinggi saya 166"
polisi 2 : sambil tersenyum dia merangkul saya dan membawa saya keruangan seperti tempat tes lanjutan setelah mengisi formulir pendaftaran dan bertanya, " ukur dimana 166cm?
aku: "pas bikin ktp pak"
dan ternyata bapak tadi langsung menyerahkan saya pada polisi yang lain yang tugasnya sepertinya mengukur tinggi badan dan berat.
polisi 2: sambil menyuruh saya naik ke perhitungan tinggi badan " kamu tau kan berapa syarat tingginya?"
aku: "minimal 160 pak"
polisi 2: "berapa tingginya pak?"
polisi 3 : "158,5 kita bulatkan 159, kamu kurang 1 cm"  (1cm 1cM 1CM.. sengaja di ulang biar seru)
aku : shok sih engga tapi langsung ayan, hahaa engga, aku cuman ga habis pikir, kok bisa kena pangkas kali tinggi aku ya, padahal waktu tes pns kemaren tinggi aku 163cm itu udah ditekan2 kepala aku sama pengukur tinggi badan, aku masih belum percaya karna posisi aku berdiri  disuruh membelakangi meteran, jadi aku tidak melihat dengan mata kepala sendiri angka 158,5 tersebut. tapi yasudahlah belum rezeki ~kata2 yang pas untuk mengobat hati~

aku mulai merasakan kumpulan penolakan2 lamaran kerja persis seperti enterprenur sukses diluar negri sana, dan aku berharap ending aku ini bisa ku tebak, jadi enterprenur sukses diusia belum menginjak 30th

sakit memang, kemarin ditolak 5 perusahaan di wawancara akhir yang tidak aku sesali karena beruntung aku tidak lulus di perusahaan asuransi kesehatan dan bank2 tersebut, karna itu sudah fix riba, tapi hari ini aku ditolak sebelum menyerahkan berkas syarat2 yang telah 3 minggu aku persiapkan, dan syaratnya  luar biasa lengkap :')

terimaksih ya Allah untuk pengalaman ini

Wassalam

Selasa, 18 Agustus 2015

Ingress


Setelah hampir setahun bergelut dengan dunia fana tanpa game di smartphone, aku mulai tertarik untuk mendowload sebuah game Augmented Reality, singkatnya game ini menggabungkan dunia maya dengan dunia nyata, intinya kita bermain game dengan map dunia nyata dengan mengkatifkan gps sehingga kalau mau bermain game ini harus keluar dari rumah.
Kisah singkat ingress ini, Ada sebuah intelegensia asing bernama Shaper yang ingin memberikan kecerdasan dan pengetahuan demi masa depan manusia. Intelegensia asing tersebut masuk ke dunia ini melalui sebuah gerbang dua dimensi yang disebut portal. Portal dapat berupa bangunan atau benda artistik yang menjadi pusat perhatian banyak orang. Keberadaan intelegensia asing ini membuat umat manusia terbagi menjadi dua kubu : yang ingin mendapat pencerahan dengan membantu Shaper; dan yang ingin menghindarkan manusia dari pengaruh asing tersebut.
Kubu hijau elightened yg membantu sharper, dan kubu biru resisten yg takut jika sharper akan menghilangkan karakter asli manusia.
Nah teman aku yang pertama kali memperkenalkan game ini memilih resistance karna di pekanbaru banyak kubu tersebut, alasan yang bodoh menurut aku, hahahaa
Pemilihan kubu tersebut dilakukan apda awal main dan tidak bnisa diubah. Dan tampa pikir panjang serta ingin berbeda dengan yang lain, aku langsung memilih enlightened, dan betul ternyata masih sangat sedikit kubu ini di pekanbaru.
Teman ku yg mengenalkan game ini, baru menceritakan ideologinya kenapa memilih resistance, karna tujuan utama resistance ini mempertahankan sifat asli manusia. Hahahhaaa aku tertawa dalam hati, kenapa, karena baru ku sadari, sharper tersebut masuk kedunia melewati benda2 unik yang ada didunia yang nantinya akan di capture menjadi sebuah portal, nah jika mereka tidak menginginkan sharper datang tugasnya dalam permainan seharusnya melenyapkan portal, tapi dalam permainannya malah membuat portal, lucu emang, tapi aku sangat senang tidak memilih resistance yang katanya sangat idealis tapi tanpa disadarinya, kubu tersebutlah yang sangat labil :p
Ini hanya permainan yang ga harus diseriusin, intinya jika kamu menyukai traveling, ga ada salahnya untuk mendownload game ini, karna game ini akan memberitahukan sudah sampai kemana aja travelingmu, hehehee. Rencananya aku akan menghijaukan globe, ihihihihii
Kalau banyak yang ga ngerti, download gamenya, hihihi
Nih Prologue-nya

Wasslaam

Jumat, 07 Agustus 2015

Mencari

"Sampai ke mana pun kita mengejar sesuatu, akan lelah
pada waktunya. Tidak ada tujuan lain selain terjatuh jika
sudah berada di titik puncak"

aku tidak membenarkan 100% kata2 ini, tapi menurutku ada benarnya juga, selain memikirkan akhirat sebenarnya apa sih yang kita cari didunia ini?? yang dapat aku jawab sepertinya cuman satu, ketenangan hati.
dimanapun posisimu apapun pekerjaannmu tak ada keinginan yang lebih tinggi selain mendapatkan ketenangan hati menurutku.
sukses, mapan dan bahagia adalah keinginan kita dan orang tua, namun terkadang jalan kita tempuh untuk mencapai itu berbeda dengan keinginan orang tua, walaupun sangat bertolak belakang sedikit demi sedikit aku mulai menemukan titik tengah dimana kita juga mendengarkan perkataan orang tua dan juga menjalankan rencana yang udah kita rencanakan.
dulu aku meletak kebahagiaan itu dipuncak dan aku berusaha untuk mencapai puncak itu walaupun aku sakit dan banyak yang kusakiti, namun kini aku menyadari kenapa mindset ini tidak aku ganti saja, kita letak kebahagian2 itu dilereng2 gunung yang kita jalani untuk menuju puncak tersebut, karna semua kebahagiaan yang kita inginkan itu ada pada diri kita sendiri, dan puncak adalah akhir dari perjalanan kita di dunia ini, dan sukses itu berada di proses kita menuju puncak, yaitu lereng2 gunung yang kita tempuh. 
kamu sekarang adalah kebahagiaanmu, ketenangan hidupmu begitu juga dengan aku, bermimpi lebih namun tetap syukuri semua yang ada, tetap semangat!!

wassalam

Kamis, 02 Juli 2015

Happiness

Ada seorang pemuda yang bejalan tak tau arah dengan tatapan nanar yang telah melangkah puluhan kilo, dari satu desa ke desa lain, dari satu kampung ke kampung lain, ternyata perjalanan yang dilaluinya dikarenakan mencari maksud sebuah kata yang belum pernah dirasakannya, kebahagiaan.

disebuah desa ada seorang kakek yang mengetahui keluhan anak muda tersebut, dan kakekpun mencoba berbincang dengannya "wahai anak muda, apa yang kamu cari ?" dan anak muda itu menjawab " sebuah kebahagiaan, kek" dan kakekpun memberikan sebuah solusi, "jika kamu hanya ingin mendapatkan itu, pergilah ke taman itu,tangkaplah seekor kupu-kupu yang menurutmu paling indah dan bawalah ini" sambil menunjuk ketaman disekitar kampung dan meminjamkan sebuah jaring penagkap kupu2. dengan semangat, pemuda itu hilir mudik menangkap kupu-kupu kesukaannya, seharian penuh kakek itu juga melihat pemuda tersebut, terjatuh, berusaha lagi, gagal, terjatuh, dan berusaha lagi, hingga senja..

disaat hari mulai gelap, anak muda pun menyerah, dan tak mendapatkan kupu-kupu yang  di incarnya, dan mengadu pada si kakek yang sedang minum kopi hangat yang baru diseduhnya, dengan santainya kakek menjawab " seperti itulah kamu selama ini, mengejar kebahagiaan yang sebenarnya kamu tidak tahu apa itu kebahagiaan, hilir mudik kesana kemari hingga terjatuh dan tidak memperdulikan berapa banyak bunga2 yang terinjak di taman tersebut, yang kamu buat malah menjadi tanaman itu hancur dan kamu juga tak mendapatkan kupu-kupumu itu" setelah menyuruput kopi hangatnya kembali kakekpun melanjutkan perkataannya " tahukah  kamu, disaat kamu masuk didalam tanaman itu kamu seharusnya sudah mendapatkan kebahagiaan, melihat tanaman bunga yang berwarna warni, melihat kupu-kupu hilir mudik, disekililingmu itu adalah kebahagiaan, dimana - mana adalah kebahagiaan. tapi syaratnya ciptakan dulu kebahagiaan dihatimu" ucap kakek sambil menepuk dadanya. "dan jangan pernah sedikitpun kamu menyangkutkan kebahagiaanmu pada orang lain, orang dapat mati, Tuhan Maha Kekal"

~cerita sebelum berbuka di tv

Wassalam..

Selasa, 19 Mei 2015

Acting

Pada dasarnya kita ini semuanya aktor, pemain film dalam kehidupan nyata, bersandiwara dalam setiap detiknya..

Sadarkah kamu disaat masa puber, kita mencari karakter baru, sebenarnya kita berakting mencari kepribadian baru, bahkan hingga saat ini, kepribadian yang kamu miliki sekarang adalah kumpulan2 dari akting2 yang telah kamu lakukan secara berkesinambungan yang menurut hatimu ini adalah akting yang tepat untuk dirimu, hingga tertanam dalam diri menjadi karakter dan kepribadian masing2.

Pernahkah kamu mendengar seorang aktor yang susah meninggalkan karakter disaat dia akting di layar kaca? salah satu contohnya adalah anjasmara dalam aktingnya menjadi cecep, dia butuh waktu 3 tahun untuk menghilangkan karakter cecep yang telah me-revenge karakter awalnya, jadi tidak ada kpribadian yang asli, semuanya bisa berubah sesuai pemikiran dan hati seseorang, dan dia nyamannya dimana, jadi wajar ada orang berkepribadian ganda, karna dia lagi bingung menentukan pribadian dia yang dominan yang mana, sehingga dia melakukan beberapa akting dalam waktu bersamaan. dan jangan heran jika seseorang berubah secara mendadak, itu wajar terjadi.

Semua orang bisa berubah, namun kita tidak bisa merubah semua orang..
akting yang kita lakukan bisa timbul dari lingkungan yang memaksa kita barkating seperti itu, agar kita nyaman atau merasa aman dilingkungan itu, kita menjadi nyaman dengan akting seperti itu hingga aktig itu menjadi kepribadian kita. namun tidak sedikit akting yang kita bangun selama ini akan mendapat respon dari orang sekitar, nah pada saat itulah kita akan mencoba berpikir, apakah akting yang sedang kita lakukan ini diterima oleh orang banyak atau malah sebaliknya, dan jika akting kita tidak diterima oleh orang banyak, kita belum tentu langsung merubah akting kita, bisa jadi kita akan mempertahankan akting kita, menunjukkan kira berbeda dari orang lain, menunjukkan orang lain tidak bisa merubah karakter kita, padahal jika kita mau, karakter yang aku sebut akting itu bisa diubah, jika diri kita sendiri mau merubahnya. namun akting yang konsisten inilah yang menunjukkan karakter tetap kita, tapi ingat satu hal, semua itu bisa berubah.

wassalam.

Senin, 18 Mei 2015

Curhat

Pada postingan kali ini, aku tidak menceritakan apa yang dicurhatkan, karna postingan ini justru membahas tentang polemik yang terjadi pada curhat itu sendiri, banyak cara untuk awal mula curhat itu terjadi, bisa jadi dari keceplosan yang disengaja sipencurhat, kekepoan orang tempat kita curhat, sampai keinginan sipencurhat itu sendiri untuk meluapkan rasa atau kegalauan yang selama ini dipendamnya. Banyak orang yang dicurhatin hanya ingin tahu, ada yang tidak peduli atau ada juga benar2 ingin membantu. Dan motivasi sipencurhat yaitu menggunakan curhatnya untuk benar2 ingin cerita atau bisa juga ingin pencitraan sehingga membuat dia terlihat bagus didepan teman2 sekitarnya. Namun satu hal yang harus dihindari adalah curhatan dua orang galau yang saling curhat, karna endingnya mudah ditebak, mereka terus berdebat curhat masing2 hingga satu sama lain harus merasakan masalah masing2 dan lawan curhatnya harus mengakui curhatan dia yang paling artistik, lebih galau, lebih sakit, yang peling lebih lah pokoknya, itu terjadi timbal balik, hingga tak ada ending sedikitpun dari curhatan mereka, mhahahaa..

Aku pernah diposisi sipencurhat, dan tidak jarang juga berada diposisi sebagai tempat curhat. Banyak cara untuk memulai curhat, mulai dari curhat gratis, maupun curhat bermodal, biasanya kalau kita melakukan curhat bermodal si tempat kita curhat akan memberikan ilmu ataupun solusi yang kita butuhkan, terkadang setalah curhat panjang lebar kita baru menyadari kita telah salah orang dalam memilih tempat curhat. Kok aku jadi curhat ya.. hahahaa.. saran dari aku sebelum memulai curhat pilih orang yang tepat untuk curhat dan yakinkan pengalamannya lebih dari kamu. Mhihiihiii..

Kebanyakan orang curhat,  ingin minta solusi atau cukup didengar saja, bagi yang minta solusi biasanya curhatannya ini berat, dan yang ingin didengar saja biasanya curhatannya masih ringan dan tidak sedikit pada kondisi ini banyak terjadi pencitraan tadi.

Dari curhatan yang ku tuangkan ke orang sekitar yang menurut aku pantas mereka tahu, hingga curhat teman sekitar kepadaku, yang menurut aku sebagiannya tidak seharusnya aku tahu, entah mengapa mereka bisa percaya menceritakan sesuatu pada dirinya kepadaku, padahal hanya hitungan jari orang lain yang juga tahu tentang curhatannya. Semua tercampur aduk lalu diolah oleh otak dan hati, hingga aku kembali menemukan pamahaman baru. Aku mengekstrak semua curhatan yang aku tuangkan dan yang aku terima. Akhirnya aku menemukan 2 kesimpulan inti untuk solusi dari curhat, apapun itu masalahnya :

1. Orang yang curhat sebenarnya tahu apa yang harus dilakukannya dan apa jawaban yang tepat dari pertanyaan2 yang diajukannya yang membuat dia terlihat galau dan ragu. Namun dia belum siap untuk menjawab dengan tindakan dan belum siap dengan hasil ataupun dampak yang akan terjadi nantinya.
2. Orang yang curhat ini, otaknya berfikir dan tahu tindakan yang dilakukannya salah, namun hatinya tidak menerimanya, pada akhirnya dia curhat pada semua orang terdekat hingga menemukan jawaban dari orang terdekat yang sepaham dengan dia. Pada dasarnya dia tidak perlu curhatan, dia tidak perlu solusi, dia hanya perlu pembenaran, dan pada kasus ini sangat susah meyakini bahwa dia salah. Karna dia akan lebih percaya 1 orang yang sepaham dengan dia dibandingkan 1000 orang yang mengatakan dia salah.

Sekian analisa ga penting dari saya, hehehee...  Pada akhirnya tidak ada curhatan yang lebih baik dari pada curhat ke lantai yang didengar langit, Tuhan maha tahu,tapi kalau kita ga mau tahu dan tidak meminta tahu, Tuhan tidak akan memberi tahu, curhatlah sama Tuhan, jemput sepertiga malam-Nya, nangispun gabakalan ada yang tahu (kalau cuma keluar air mata), mhihihii.. :’)

Wassalam.

Sabtu, 18 April 2015

Tak Ikhlas



Level tertinggi mencintai adalah merelakannya bahagia bersama orang lain. Level tertinggi bullshit adalah kalimat barusan. Ku kutip dari dp bbm teman.

Hahahaaa, mencoba (sok) berpaham lagi dengan hati dan otak, dua kalimat diawal sangat benar, dan aku sangat setuju, apapun dan bagaimanapun cara menyampaikannya intinya akan tetap sama dan benar. Aku sempat berpikir tak ada cara selain itu, kita harus memiliki orang yang kita cintai titik. Dan menurutku, paham ikhlas lebih susah dari pada paham sabar. Beneran lohh.. 

Namun semakin aku melewati hari, semakin aku bertemu dengan orang sekitar yang baru, semakin aku mengetahui hal baru, semakin aku berusaha ego ini belajar untuk menurun, cinta memang memaksa, tapi pikirlah skenario Tuhan, ga semua bisa kita yang kendalikan.

Memang tidak ada ilmu ikhlas secara jelas di buku2 ajar, karna semakin kamu katakan ikhlas, semakin semua itu terlihat tidak ikhlas, tapi cobalah sejenak melirik kepada surat Al-Ikhlas,  apakah kurang jelas? Benar2 tidak ada kata2 ikhlas, karna cara ikhlas itu hanya kembali mengingat-Nya, selagi kita masih menggantungkan sesuatu pada manusia yang sama2 seperti kita ataupun benda yang sama2 diciptakan-Nya, kita tidak akan pernah mendapatkan rasa Ikhlas itu. Berhentilah berharap, berhentilah memandang alam, berhentilah memandang diri, berhentilah menghabiskan waktu untuk memikirkan ciptaan-Nya.

Berdoa pada Tuhan agar hati ini rela melihat mereka yang kita cintai bahagia bersama orang lain, itu bukan ikhlas. Meskipun dalam hati terdalam kita telah merelakannya dunia akhirat tanpa memberitahu siapapun, namun itu tetap belum ikhlas, karna objeknya masih manusia, coba kita ganti dengan, berdoa pada Tuhan untuk menjalankan setiap detik yang kita lalui sesuai rencana-Nya, dan kita ubah objeknya adalah Tuhan. InsyaAllah kita temukan bersama-sama ikhlas yang sebenarnya kita cari,bukan sekedar mengumbar kata2 ikhlas dengan kalimat majas pujangga2 instan dari copy-an media instan.

InsyaAllah kita semua bisa menjalaninya.. Aamiin..

Wassalam

Minggu, 05 April 2015

People

Berdo’a saja tidak cukup, kita musti berusaha yg maksimal, kita tidak akan bisa mengejar target jika dengan usaha dan doa yang standart, berusahalah dengan lebih, berdoalah dengan lebih, Tuhan Maha pemberi mengapa minta sedikit? Udah ah, takut ngaur bahasnya, hhee..

Sabtu kemaren terbesit sedikit ide buat buka stand RMC di CFD minggu,karena kebetulan jadwal kuliah untuk pagi minggu kosong, dan masuk pukul 2 siang, biasanya hari minggu aku kuliah dari jam 8 hingga pukul 5 sore, dan dengan semangat team yang ga bisa aku ungkapkan dengan tulisan apapun, semua oke.
Sebenarnya kami bisa bangun lebih awal, dan berangkat lebih awal, namun karena karena dan karena, alhasil kami baru standby di CFD jam 8, hahahaha..

Satu pola manusia yang terlihat sama aku temukan disini dan belum pernah aku temukan dalam diktat2 kuno yang aku pelajari dikampus atau dimanapun, tentang perilaku manusia, ada secuil perilaku unik dan mungkin aku juga memilikinya, aku tidak bisa menyebutnya itu gengsi, angkuh, prilaku masa bodoh, ga mau tau, ga peduli, atau entah apa itu dipikiran mereka. Ada sebuah kondisi dimana seseorang itu takut atau hilang ke-ingin-tahuannya tentang sesuatu jika dia yang disuruh diminta mulai pertama, ini untuk pengetahuan dan hal2 random, bukan pengetahuan yang benar2 ingin dimengertinya atau disukainya.

Kronologisnya gini, setengah jam pertama, teman2 aku memberikan brosur, dan aku menawarkan ke setiap orang yang lewat untuk melakukan permainan sulap bersama mereka, dan alhasil semua menoleh sebentar dan pergi,  dan pada akhirnya aku memulai pertunjukan kecil2an dengan teman yang seolah2 menjadi orang biasa yang ikut CFD, dimulai dengan permaian vodoo doll, dimana ada boneka kecil yang dapat berdiri sendiri di telapak tangan hingga beberapa permainan kartu, dan tanpa aku sadari hanya beberapa menit main tempat kami langsung ramai dikelilingi pengunjung dan selanjutnya melakukan aksi sulap depan penonton asli, malahan yang menoleh sebentar lalu pergi tadi ikut menonton juga, ada sifat unik aku lihat disini, entah karna apa, didiri kita tertanam sifat menjadi follower, bergerak di zona aman, dan antusias dan keberanian  tidak ada jika berada diposisi depan.

Entah itu karena gadget karena penyakit gadget saat ini lebih banyak berdampak negatif, atau karena sesuatu yg sedang terjadi disekitar kita yang tanpa kita sadari telah merubah pola berpikir kita, maklum darah AB seperti aku selalu memiliki pemikiran sendiri yang aneh dengan semua hal, dan itu terkadang sulit untuk dimengerti oleh golongan darah lain, hahahhaaa..

Tapi memang benar, jiwa2 leader yang bisa di jadikan contoh untuk zaman sekarang ini sungguh sulit menemukannya, sebagian menjadi leader tapi di gerakkkan oleh orang lain, sebagian menjadi leader hanya untuk mengejar sebuah kepentingan, hingga sampai ke presiden kita saya lihat seperti itu, ahahahaa, mungkin terlalu lama tidur dirumah, dan saat mataku terbuka aku melihat banyak hal baru terjadi padahal itu sudah terjadi jauh sebelum aku menyadarinya, mhihihihiii


perhatikan panah merah :D lastperform sama penonton asli :p
Sekian, wassalam