Sabtu, 18 April 2015

Tak Ikhlas



Level tertinggi mencintai adalah merelakannya bahagia bersama orang lain. Level tertinggi bullshit adalah kalimat barusan. Ku kutip dari dp bbm teman.

Hahahaaa, mencoba (sok) berpaham lagi dengan hati dan otak, dua kalimat diawal sangat benar, dan aku sangat setuju, apapun dan bagaimanapun cara menyampaikannya intinya akan tetap sama dan benar. Aku sempat berpikir tak ada cara selain itu, kita harus memiliki orang yang kita cintai titik. Dan menurutku, paham ikhlas lebih susah dari pada paham sabar. Beneran lohh.. 

Namun semakin aku melewati hari, semakin aku bertemu dengan orang sekitar yang baru, semakin aku mengetahui hal baru, semakin aku berusaha ego ini belajar untuk menurun, cinta memang memaksa, tapi pikirlah skenario Tuhan, ga semua bisa kita yang kendalikan.

Memang tidak ada ilmu ikhlas secara jelas di buku2 ajar, karna semakin kamu katakan ikhlas, semakin semua itu terlihat tidak ikhlas, tapi cobalah sejenak melirik kepada surat Al-Ikhlas,  apakah kurang jelas? Benar2 tidak ada kata2 ikhlas, karna cara ikhlas itu hanya kembali mengingat-Nya, selagi kita masih menggantungkan sesuatu pada manusia yang sama2 seperti kita ataupun benda yang sama2 diciptakan-Nya, kita tidak akan pernah mendapatkan rasa Ikhlas itu. Berhentilah berharap, berhentilah memandang alam, berhentilah memandang diri, berhentilah menghabiskan waktu untuk memikirkan ciptaan-Nya.

Berdoa pada Tuhan agar hati ini rela melihat mereka yang kita cintai bahagia bersama orang lain, itu bukan ikhlas. Meskipun dalam hati terdalam kita telah merelakannya dunia akhirat tanpa memberitahu siapapun, namun itu tetap belum ikhlas, karna objeknya masih manusia, coba kita ganti dengan, berdoa pada Tuhan untuk menjalankan setiap detik yang kita lalui sesuai rencana-Nya, dan kita ubah objeknya adalah Tuhan. InsyaAllah kita temukan bersama-sama ikhlas yang sebenarnya kita cari,bukan sekedar mengumbar kata2 ikhlas dengan kalimat majas pujangga2 instan dari copy-an media instan.

InsyaAllah kita semua bisa menjalaninya.. Aamiin..

Wassalam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar