hari ini adalah hari terakhir untuk pendaftaran penerimaan brigadir pembantu penyidik, ya bisa dibilang jadi intel lah..
3 minggu yang lalu aku sudah mempersiapkan syarat2nya dan pas hari ini baru dapat menyelesaikan semuanya, yaitu legalisir akta kelahiran, ijazah dari sd sampai kuliah, dan lain2 yang jelas inilah persyaratan paling riuwet seumur hidup saya dalam memenuhi syarat untuk jadi pegawai.
aku lelah yah, mungkin ini kata2 yang cocok buat ayahku yang selalu mengarahkan aku menjadi pegawai, ya setidaknya punya gaji yang tetap setiap bulan, padahal aku lebih memilih tetap bergaji setiap bulan.
lanjut cerita tentang hari ini, sebelum jam 12 jam istirahat, aku usahakan untuk menyelesaikan semua persyaratan jadi brigadir tersebut dan pas setengah jam sebelum jam istirahat aku ke spn untuk menyerahkan berkas2 untuk mendaftar, dan tetiba seorang polisi bertanya
polisi 1 :" kamu mau ngapa disini?"
aku : " lamar jadi brigadir pak"
polisi 1 : "berapa tinggi kamu?"
aku : " 166 pak"
polisi 1 : sambil menunjuk polisi 2 di sudut ruangan " coba kamu bilang sama bapak itu, pak tinggi saya 166"
aku : berjalan menuju polisi 2, pas dihadapannya " pak, tinggi saya 166"
polisi 2 : sambil tersenyum dia merangkul saya dan membawa saya keruangan seperti tempat tes lanjutan setelah mengisi formulir pendaftaran dan bertanya, " ukur dimana 166cm?
aku: "pas bikin ktp pak"
dan ternyata bapak tadi langsung menyerahkan saya pada polisi yang lain yang tugasnya sepertinya mengukur tinggi badan dan berat.
polisi 2: sambil menyuruh saya naik ke perhitungan tinggi badan " kamu tau kan berapa syarat tingginya?"
aku: "minimal 160 pak"
polisi 2: "berapa tingginya pak?"
polisi 3 : "158,5 kita bulatkan 159, kamu kurang 1 cm" (1cm 1cM 1CM.. sengaja di ulang biar seru)
aku : shok sih engga tapi langsung ayan, hahaa engga, aku cuman ga habis pikir, kok bisa kena pangkas kali tinggi aku ya, padahal waktu tes pns kemaren tinggi aku 163cm itu udah ditekan2 kepala aku sama pengukur tinggi badan, aku masih belum percaya karna posisi aku berdiri disuruh membelakangi meteran, jadi aku tidak melihat dengan mata kepala sendiri angka 158,5 tersebut. tapi yasudahlah belum rezeki ~kata2 yang pas untuk mengobat hati~
aku mulai merasakan kumpulan penolakan2 lamaran kerja persis seperti enterprenur sukses diluar negri sana, dan aku berharap ending aku ini bisa ku tebak, jadi enterprenur sukses diusia belum menginjak 30th
sakit memang, kemarin ditolak 5 perusahaan di wawancara akhir yang tidak aku sesali karena beruntung aku tidak lulus di perusahaan asuransi kesehatan dan bank2 tersebut, karna itu sudah fix riba, tapi hari ini aku ditolak sebelum menyerahkan berkas syarat2 yang telah 3 minggu aku persiapkan, dan syaratnya luar biasa lengkap :')
terimaksih ya Allah untuk pengalaman ini
Wassalam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar