Sabtu, 14 November 2015

aku dan rmcku

Teman, sungguh banyak ilmu yang kudapat selama aku tidak menulis, jadi aku minta maaf jika tulisan ku kali ini agak melompat2, mungkin karna jari aku terlalu lambat mengetik ditandingkan dengan otak aku yang berpikir terlalu cepat, diantara tulisan aku yang barusan saja aku sudah melewatkan beberapa kata yang terlintas diotakku yang lewat begitu saja yang tidak sempat aku ketik. Mungkin aku selalu akan membuat garis merah dari tulisanku.
Sudah hampir setahun aku menjalankan RMC ini, ini bukan sekedar toko sulap, disini aku juga mendidik dan tidak sedikit juga banyak yang mendidikku, merubah sikap cengengesanan ku, karna terlahir hingga umur 25 ini sebagai anak tunggal. Aku akhirnya menyadari hidup ga sekampret ini.
Tahukah kamu kenapa orang sering mengatakan baper? Ya bawa perasaan, ini menakutkan bagi aku, dulu kata selingkuh sangat tabu, sekarang kata selingkuh sudah tidak tabu dan pelakunyapun sudah menganggap biasa dan wajar, aku takut ini juga terjadi pada baper, pada akhirnya setiap orang melakukan sesuatu selalu dituduh baper, dan endingnya tidak ada lagi orang yang punya perasaan. Aku selalu ingin melihat orang disekitar ku tertawa, mungkin diwaktu kecil aku sering kena marah oleh orang tua dengan atau tanpa alasan yang jelas, dan aku tidak ingin itu terjadi juga dengan orang sekitar aku, kadang aku terlihat sangat bocah, sebagian dari mereka dapat tertawa lepas dan melupakan beberapa menit masalah dalam hidupnya, namun sebagian lagi malah menertawakan dengan cemoohan, dan sebagian lagi jengkel dan jijik terhadap sikap itu, aku juga suka merasa ketika orang yang biasanya melakukan respon yg berbeda dari biasanya, dan aku suka memikirkan apa yang sedang mereka pikirkan terhadapku, aku merasa punya perasaan yang lebih tinggi, empati yang kuat, tapi kadang membuat orang sekitar sangat nyaman dan sangat terganggu, aku kadang lebih memikirkan kehidupan orang lain dibandingkan dengan kehidupan aku sendiri,  aku mungkin lebih mengenal kepribadian orang lain ketimbang mengenal diriku sendiri, sedangkan Allah mengatakan jika kamu ingin mengenalKu kenallah dirimu dahulu, bagaimana? Petunjuk yang bisa aku beri cuma “Dari kamu lahir sampai liang lahat”. Aku menganggap sikap aku ini penyakit, tapi aku juga tidak menganggap sudah sembuh seutuhnya, banyak ilmu agama yang harus ku pelajari untuk penyakit ini.
Disaat kamu memiliki usaha, kamu memelihara 2 jenis hewan, yang pertama sapi perah, dimana, sapi tersebut dapat makan dari hasil penjualan susunya, dan pemiliknya juga dapat memenuhi kebutuhannya dari sana, yang kedua adalah anjing peliharaan, dimana, jika dia lapar, dia hanya meminta makan kepada tuannya. Dalam 3 bulan, kamu bisa mengetahui kamu memelihara sapi atau anjing. Pilihan terakhirnya cuma 2, kembang biakkan sapi itu, atau bunuh anjing itu.
Aku seorang akuntan, aku mengerti tentang peliharaan tersebut, dan mengapa rmc masih berdiri dengan kokoh? Padahal aku cenderung memelihara anjing ketimbang sapi. Banyak alasan jika aku ingin memberikan alasan, tapi aku akan  membongkar sebuah alasan untuk dibaca anak cucu kelak, sebelum buka rmc pernah ada yang bertanya padaku, apa yang sudah kamu dapat dari sulap? Banyak, jual alat, perform, kenalan, dll. Pertanyaan kedua muncul, Apa yang sudah sulap dapatkan dari kamu? Aku terdiam, dan itulah salah satu alasan aku membuka rmc, dulu aku adalah pesulap jalanan yang terlantar tidak tau induk tidak ada etika, pesulap youtube yang ingin juga mempostingkan video sulap sampahnya di youtube. Dan aku menyadari jika tidak ada wadah, mico2 yang lainnya akan lahir, dan disini aku menemukan dasar2 sulap, paling utama kode etik pesulap, dan itu aku tanamkan kepada pesulap newbee(baru) yang datang ketoko aku,aku mencoba  membayar kesalahan2 yang telah aku perbuat dalam sulap dulu maupun sampai sekarang karna keterbatasan ilmu aku tetang sulap, dan sepertinya itu tidak lunas, mungkin cuma ini yang dapat aku berikan untuk sulap, agar pesulap tidak merusak sulap itu sendiri. Dan aku tau kapan hewan peliharaan aku ini akan aku bunuh.

wassalam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar